"Ramal aku dong"

Minggu ke 4 yang berarti sudah masuk kepada pertemuan ke 4 mata kuliah psikologi umum. Sebelum itu saya ingin memberikan pendapat mengenai mitos yang akan terjadi apabila teman teman kuliah di jurusan psikologi. 

Pertama sesuai dengan judul dari blogku, yaitu "ramal aku dong"

Heii heii heii, :') dikira anak psikologi itu muridnya dila* kali ya, yang bilang ke milea "mil*a, aku ramal kita akan bertemu nanti". Please teman teman, tidak semua :) anak psikologi ketika masuk jurusan tersebut langsung memiliki orang spesial, terus bisa sok sok ramal si doi biar romantis gitu, JIAKH 🤑. Apalagi kalau sampai dianggap dukun atau cenayang, wah ingat frens, dosa itu frens. Boro boro ramal teman sendiri, diri sendiri aja masih tidak jelas hidupnya :D

Jadi disini aku pengen memberikan opiniku tentang kalimat tersebut, itu 99% mitos ya frens, karena di psikologi tidak ada mempelajari ilmu ilmu supranatural seperti meramal, berbicara dengan makhluk halus, atau lain sebagainya. Ilmu yang dipelajari di psikologi adalah ilmu atau teori tentang manusia, bukan meramal yaa..

Yang kedua mitos tentang "baca pikiran aku dong"
Ok disini saya ingin menjelaskan bahwa, di psikologi tidak ada ilmu tentang baca pikiran, cuman yang saya pelajari di psikologi adalah cara seorang psikologi untuk mempelajari dari beberapa point of view atau pandangan dari berbagai sisi suatu masalah, yang tidak cukup hanya satu sudut pandang saja. Jadi pendapat orang tentang "baca pikiran aku dong" untuk anak psikologi, itu hoax ya teman teman

Yang ketiga pernyataan tentang "baca kepribadian aku dong"
Hemm, menurut saya untuk pernyataan ini bisa dibilang fakta, karena sesuai dengan yang saya katakan tadi, seorang psikologi membaca kepribadian bukan dari melihat orang langsung mengetahui kepribadian orang tersebut. Seorang psikolog membutuhkan waktu untuk mengenali orang tersebut, selain melakukan pendekatan terhadap klien, terkadang psikolog juga bertukar pikiran dengan klien untuk membaca kepribadian seseorang.

Nah mugkin itu 3 pernyataan tersebut adalah yang biasa diucapkan ketika teman teman masuk psikologi.

Yap, mari masuk ke materi yang saya pelajari minggu ini yaitu tentang perkembangan ilmu psikologi, dari zaman filsuf yunani kuno, hingga sains modern


Sebelum itu kita harus tau apa sih keuntungan mempelajari sejarah ilmu psikologi.
Menurut saya, agar kita dapat tau ilmu psikologi itu datangnya darimana, dan kita mengetahui asal usul ilmu atau teori yang mempelajari psikologi. Selain itu ilmu tersebut dapat diperdalam dan mengurangi pengulangan kesalahan karena kita tau dasar atau sejarah ilmunya.

Ilmu psikologi dibagi menjadi 3 zaman
Yaitu 
1. Animism dan anthropomism
2. Magic
3. Homo psychologius

Analogy dalam psikologi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu imajinasi, keyakinan, intelek, alasan. Yamg dibagi juga menjadi 2 yaitu, teori yang masih berupa imajinasi, dan teori yang dapat diuji secara sains.

Sketicism
Merupakan paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan banyak hal) apalagi belum tentu kebenarannya

Cynicism
adalah sikap yang memandang rendah orang lain selalu merendahkan sesuatu, mengejek, dan lain sebagainya

Stoicism 
adalah sikap seseorang yang bisa menemukan kebahagiaan dan kenyamanan dalam dirinya sendiri dan menerima keadaan apa adanya. 

Yap mungkin itu yang bisa saya dapatkan dari pembelajaran kuliah minggu ke 4 semoga banyak menambah pengetahuan teman teman tentang psikologi yaa

See yaa
Semoga yang sakit disembuhkan penyakitnya
Semoga yang galau dihilangkan galau nya
Dan semoga yang membaca diberikan kebahagiaan dalam hatinya

😄😁😄
-abi

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mental aman?? -Pro Player

Perspektif Biologis dalam Psikologi