Rasionalisme
Hai,
Selamat Hari mental health sedunia ya, semoga apapun masalahnya kamu dapat bertahan hidup, karena apapun itu akan terasa apabila kita menikmatinya, bukan perkara masalahnya, nikmatnya juga dapat kita rasakan sampe sekarang ini
pada minggu ini aku kembali lagi dengan materi yang tidak kalah dengan materi materi yang sebelumnya yaitu tentang rasionalisme lanjutan dari materi materi yang sebelumnya, yang membahas tentang empirisme, sensasionalisme, positivisme
Rasionalisme adalah suatu aliran yang percaya bahwa kebenaran tidak dapat ditemukan melalui sensory experince saja, melainkan informasi dari sensory experience tersebut harus dicerna terlebih dahulu oleh sistem rasional sebelum kebenaran dapat ditentukan. Dengan kata lain rasionalisme mengedepankan pentingnya struktur, prinsip, atau konsep bawaan dan mendalilkan pikiran aktif yang mengubah data yang diterima oleh indra.
Rasionalisme memiliki beberapa tokoh yang dapat lebih menjelaskan tentang tokoh tokoh rasionalisme seperti :
Baruch spinoza
Spinoza menolak teori Decrates mengenai tuhan, materi, dan pikiran sebagai entitas yang terpisah. Menurutnya ketiganya merupakan aspek dari substansi yang sama. Spinoza kagum dengan metode deduktif dalam ilmu geometri, menurutnya geometri dapat digunakan untuk menemukan kebenaran dalam area nonmatematikal
dan juga beberapa teori lainnya seperti, nature of good, mind body relationship, denial of free will, Self Preservation as The Master Motive, Emotions & PassionsKant berpendapat bahwa bahan yang diperlukan untuk berpikir dalam hal hubungan kausal tidak dapat berasal dari pengalaman dan karena itu harus ada independen dari pengalaman. Menurut Kant, apa yang kita alami secara subyektif telah dimodifikasi oleh konsep murni dari pikiran dan kemudian hal tersebut akan menjadi lebih bermakna dari sebelumnya. Kant menyebutkan beberapa daftar dalam kategori pemikiran, yaitu: kesatuan, totalitas, waktu, ruang, sebab dan akibat, realitas, kuantitas, kualitas, negasi, kemungkinan-kemustahilan, dan keberadaan-ketidakberadaan.
John FR Herbart
Herbart adalah seorang filosof, pengarang, dan tokoh pendidik asal Jerman yang ternama dan berpengaruh pada akhir abad 18 dan awal abad 19. Pemikiran Herbart adalah mengenai akal dan pikiran manusia. Menurutnya,akal adalah kumpulan gagasan dan pendidik perlu menolong pelajar untuk menambah pengetahuan. Herbart mengutamakan mutlaknya pengetahuan dan pengertian dalam kurikulum, yang mengurangi pentingnya perasaan dan keterampilan jasmani.
Komentar
Posting Komentar